Minum Air Putih Lebih Sehat daripada Minuman Berpemanis dalam Kemasan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 26 Juli 2026, 19:49 WIB
Minum Air Putih Lebih Sehat daripada Minuman Berpemanis dalam Kemasan
Kampanye melindungi anak-anak dari konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat. (Foto: RMOL)
Kecil Besar
rmol news logo Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk mengampanyekan pentingnya melindungi anak-anak dari konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu 26 Juli 2026.

FAKTA mendesak pemerintah segera menerapkan cukai MBDK sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes, hingga gagal ginjal.

Kegiatan ini diikuti ratusan anak dari Jakarta, Bogor hingga Bekasi. Selain kampanye edukasi, acara juga diisi lomba mewarnai sebagai sarana meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya memilih minuman yang lebih sehat.

Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagio Wibowo mengatakan, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang dipicu konsumsi gula berlebih.

"Kami ingin mereka memahami dampak buruk mengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan secara berlebihan sehingga dapat mencegah obesitas, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya," kata Ari.

Menurutnya, edukasi tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang tua dan lingkungan sekolah. Ari menilai, sekolah juga perlu menyediakan pilihan minuman sehat melalui kantin, sementara orang tua diharapkan membiasakan anak mengonsumsi air putih.

Ia menegaskan, perlunya pemerintah menerapkan cukai terhadap MBDK sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendorong industri lebih bertanggung jawab atas produk yang dipasarkan.

"Kami berharap negara hadir melalui kebijakan cukai MBDK agar perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, semakin kuat," kata Ari.

Wakil Ketua FAKTA Indonesia, Azas Tigor Nainggolan mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang terus menjaga penyelenggaraan HBKB sebagai ruang publik yang sehat bagi masyarakat.

"Hari ini kami bersama anak-anak kampung di Jakarta mengajak pemerintah segera menerapkan cukai MBDK sebagai langkah pencegahan agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat. Ini merupakan investasi bagi masa depan bangsa," tegasnya.

Tigor menyampaikan, kampanye tersebut menjadi semakin relevan karena anak-anak saat ini menjadi sasaran utama pemasaran produk minuman berpemanis dalam kemasan.

"Jangan sampai bonus demografi dan Generasi Emas Indonesia gagal karena tingginya penyakit tidak menular. Anak-anak harus kita lindungi sejak sekarang," kata Tigor.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA