Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike, dikutip dari laman DPRD DKI, Minggu 19 Juli 2026.
“Urgensi yang tadi kita temukan dari pengaduan masyarakat adalah terkait langkanya BBM yang sangat dibutuhkan warga pulau,” ujar Yuke.
“Karena salah satu mata pencahariannya (warga) adalah nelayan,” sambungnya.
Berdasarkan aduan warga, sebut Yuke, suplai BBM di Kepulauan Seribu hanya sampai di beberapa pulau. Tidak merata seluruh pulau. Satu di antara yang tidak terdistribusi yakni Pulau Panggang.
“Kita harus dorong yang warga harapkan, termasuk BBM untuk nelayan,” kata Yuke.
Dengan begitu, harap dia, Pemprov DKI Jakarta segera merealisasikan kebutuhan warga Kepulauan Seribu. Terutama, pemenuhan kebutuhan BBM di Pulau Panggang,
Komisi D juga akan memetakan kebutuhan BBM di sejumlah pulau. “Jadi pasca ini, akan jadi bahan untuk diskusi lebih lanjut,” ungkap Yuke.
“Mudah-mudahan bisa dijadikan pembahasan di rapat pembahasan anggaran, baik di APBD Perubahan maupun di 2027 nanti,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: