Fenomena ini mulai terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur seiring semakin dominannya musim kemarau. Meski membuat udara terasa lebih dingin dari biasanya, kondisi tersebut bukan merupakan cuaca ekstrem.
Fenomena udara dingin saat musim kemarau ini dikenal dengan istilah bediding. Lalu, apa penyebab bediding dan daerah mana saja yang mengalami suhu paling rendah di Pulau Jawa?
Apa Itu Fenomena Bediding?
Mengutip informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bediding merupakan fenomena penurunan suhu udara yang umum terjadi selama musim kemarau. Fenomena ini muncul ketika langit cerah dengan tutupan awan yang sangat sedikit.
Pada kondisi tersebut, panas yang tersimpan di permukaan Bumi pada siang hari lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu udara turun lebih cepat. Selain itu, kelembapan udara yang rendah, curah hujan yang semakin berkurang, serta dominannya aliran massa udara kering dari Benua Australia turut memperkuat penurunan suhu udara selama musim kemarau.
Menurut BMKG, fenomena bediding berpotensi terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Bediding umumnya terasa lebih kuat di daerah dataran tinggi maupun pegunungan karena proses pelepasan panas pada malam hari berlangsung lebih efektif dibandingkan wilayah dataran rendah.
Meski demikian, fenomena ini tidak terjadi setiap hari secara terus-menerus. Intensitasnya juga dapat berbeda setiap tahun, bergantung pada kondisi atmosfer selama musim kemarau.
Daerah Terdingin di Pulau Jawa Saat Fenomena Bediding
Berikut sejumlah wilayah di Pulau Jawa yang mencatat atau diperkirakan mengalami suhu udara paling rendah berdasarkan data dan prakiraan BMKG.
1. Bromo, Jawa Timur
Kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo menjadi wilayah dengan suhu terendah. Berdasarkan hasil pengamatan BMKG Jawa Timur melalui Automatic Weather Station (AWS), Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS), dan Stasiun Klimatologi Jawa Timur pada periode 1–2 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, suhu minimum di AWS Bromo mencapai 5,1 derajat Celsius.
Selain Bromo, beberapa wilayah lain di Jawa Timur juga mencatat suhu udara yang cukup rendah, yaitu:
- AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo: 5,1°C
- Lanud Abd Saleh, Kabupaten Malang: 14,6°C
- Stageof Pasuruan (Tretes): 14,0°C
- AWS Bondowoso: 15,9°C
- AWS Karangan, Kabupaten Trenggalek: 16,0°C
2. Wonosobo, Jawa Tengah
Kabupaten Wonosobo yang berada di kawasan dataran tinggi menjadi salah satu daerah terdingin di Jawa Tengah saat fenomena bediding berlangsung.
Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di sejumlah wilayah Wonosobo diperkirakan berada pada kisaran 14–17 derajat Celsius selama sepekan ke depan.
3. Temanggung, Jawa Tengah
Kabupaten Temanggung juga diperkirakan mengalami penurunan suhu udara yang cukup signifikan. Dalam beberapa hari ke depan, suhu minimum diprediksi berada pada kisaran 13–19 derajat Celsius.
4. Magelang, Jawa Tengah
Wilayah Magelang turut merasakan dampak fenomena bediding. Suhu udara harian di daerah ini berkisar antara 16 derajat Celsius hingga di atas 20 derajat Celsius, terutama di kawasan dataran tinggi.
5. Salatiga, Jawa Tengah
Kota Salatiga diperkirakan mengalami suhu udara minimum sekitar 16–19 derajat Celsius. Udara yang lebih sejuk umumnya terasa pada malam hingga menjelang pagi.
6. Garut, Jawa Barat
Di Jawa Barat, Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang diperkirakan mengalami suhu udara cukup rendah selama musim kemarau. Beberapa wilayah di Garut diprediksi memiliki suhu minimum antara 11–17 derajat Celsius.
7. Ciwidey, Jawa Barat
Kawasan wisata Ciwidey di Kabupaten Bandung juga mulai merasakan udara yang semakin dingin. Suhu udara rata-rata berada di kisaran 15 derajat Celsius dan diperkirakan dapat turun lebih rendah pada dini hari, terutama saat langit cerah.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: