Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ir. Nelly Florida Riama, mengatakan peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.
"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB," kata Nelly dalam konferensi pers BMKG dikutip dari siaran langsung IG @BMKG.
Meski peringatan tsunami telah berakhir, BMKG tetap memantau aktivitas gempa susulan dan melakukan observasi terhadap tinggi muka laut di wilayah terdampak.
Berdasarkan analisis pemutakhiran BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.
Hasil pemodelan BMKG sebelumnya menunjukkan adanya potensi gelombang tsunami sehingga peringatan dini diterbitkan untuk sejumlah wilayah, yakni NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
BMKG mencatat peringatan dini tsunami pertama dikeluarkan 2 menit 16 detik setelah gempa terjadi. Peringatan kedua kemudian disampaikan pada pukul 05.09 WIB.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat guncangan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi infoBMKG, situs InaTEWS BMKG, serta akun media sosial terverifikasi @infoBMKG.
BERITA TERKAIT: