Di tengah percepatan digital, pembangunan infrastruktur, transisi energi, dan target Indonesia Emas 2045, banyak organisasi menghadapi pertanyaan yang sama: kenapa strategi yang bagus di atas kertas sering tidak berjalan di lapangan.
Terkait hal itu, Program & Partnership Director Dcolearning, Nurul Winanda, menilai perubahan orientasi berpatokan kepada pemenuhan
timeline kerja dalam sinergi antara manusia, strategi dan eksekusi serta hasil yang terukur.
"Organisasi tidak lagi hanya butuh
project manager yang bisa mengelola
timeline. Yang makin dicari adalah profesional yang bisa menghubungkan strategi, manusia, dan
execution jadi hasil yang terukur," kata Nurul dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Rabu 20 Mei 2026 2026.
Indonesia, menurutnya, punya momentum yang tidak kecil. Transformasi digital, infrastruktur, dan juga pengembangan SDM semuanya berjalan bersamaan dan cepat.
"
Capacity building dalam
Project Management harus dipandang sebagai kompetensi strategis setiap organisasi, bukan sekadar kebutuhan operasional proyek semata," kata Nurul.
Nurul menyatakan bahwa sertifikasi masih penting dan akan semakin penting. Tetapi yang sekarang benar-benar dicari bukan hanya orang yang bisa mengelola proyek. Melainkan, sumberdaya profesional manajemen proyek yang tahu apa yang harus dilakukan ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan.
“Jika dulu profesi ini identik dengan
timeline, budget, dan
scope,/i>, sekarang tuntutannya lebih luas. Project manager tidak hanya dituntut mengontrol proyek, namun juga menghubungkan strategi, manusia, dan implementasi dalam kondisi yang tidak selalu bisa diprediksi,” kata Nurul.
BERITA TERKAIT: