Kepala negara akan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di hadapan para anggota dewan sekitar pukul 10.00 WIB.
Kehadiran Prabowo dalam forum parlemen tersebut menjadi perhatian publik lantaran penyampaian arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara selama ini lazim dilakukan oleh Menteri Keuangan.
Pada tahun sebelumnya, materi pengantar RAPBN disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden sengaja memilih momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk menyampaikan langsung pidato ekonomi pemerintah.
Menurutnya, Prabowo ingin mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik.
"Kebetulan tgl 20 hari kebangkitan nasional, jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa terutama didalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," ujar Prasetyo Hadi dalam pernyataan tertulis, dikutip Rabu, 20 Mei 2026.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai tidak ada persoalan jika Presiden menyampaikan langsung KEM dan PPKF RAPBN.
Ia menegaskan, menteri pada prinsipnya hanya mewakili Presiden dalam menyampaikan kebijakan pemerintah kepada parlemen.
"Kan sebenarnya para menteri itu mewakili Presiden. Sehingga kan tidak ada aturan yang kemudian membuat seorang Presiden... Bisa, kan bisa langsung," ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Dasco bahkan mengaku baru mengetahui bahwa langkah tersebut kemungkinan menjadi yang pertama kali dilakukan seorang Presiden dalam agenda penyampaian kerangka ekonomi makro di DPR.
"Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya," imbuhnya.
BERITA TERKAIT: