Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa total korban dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) pada Senin malam, 27 April 2026 mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, 15 orang meninggal dunia, sementara 91 lainnya mengalami luka-luka.
“Total korban itu 106 orang, 15 meninggal dunia. Semoga arwahnya diterima dan keluarga diberikan ketabahan. Sisanya 91 orang dirawat, dan saat ini 53 masih berada di rumah sakit,” ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ia menambahkan, sebagian korban luka telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.
“Sebanyak 38 orang sudah diperbolehkan pulang, dan siang ini ada beberapa pasien lagi yang sedang dipersiapkan untuk kembali ke rumah,” jelasnya.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para pengguna jasa kereta api, atas kejadian yang menimbulkan korban jiwa serta gangguan perjalanan tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jasa kereta api, atas kejadian di Bekasi Timur yang menimbulkan korban dan gangguan perjalanan,” tutup Bobby.
BERITA TERKAIT: