Ketiga buku yang ditulisnya dalam bahasa Inggris itu diberi judul "My School is My Second Home", "I Love Healthy Food", dan "Learning Piano Makes Me Happy".
Menceritakan tentang kehidupan kesehariannya, Putri Alya Sidik berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang hal-hal baik yang semestinya didapatkan dan dijalani oleh anak-anak Indonesia.
“Aku ingin teman-temanku bersemangat dan gembira di sekolah, lebih suka makanan sehat, dan juga melakukan kegiatan yang menyenangkan di luar sekolah,” kata Alya dalam peluncuran bukunya di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 9 Juni 2026.
Alya berkeinginan menulis serial buku tentang kehidupan sehari-hari dan diberi label Diary of Alya, dengan target terbit minimal tiga buku baru setiap tahun.
Buku-buku Alya ditulis dengan format berbahasa Inggris, berwarna, bergambar dan dengan dua puluhan jumlah halaman.
“Aku ingin buku ini mudah dibaca dan dibawa oleh teman-temanku, menyenangkan karena banyak gambar dan berwarna, menambah kemampuan bahasa Inggris, serta memberi inspirasi,” tuturnya.
Kemunculan Alya sebagai penulis buku cilik di tengah serbuan budaya digital dan media sosial menjadi pengecualian yang unik. Hal ini diungkapkan oleh Meutya Viada Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital.
“Ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kreativitas, imajinasi, dan keberanian untuk berkarya sejak dini,” katanya.
Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi, membaca dan menulis tetap menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus penting untuk membantu anak-anak berpikir, berkreasi, dan mengenal dunia lebih luas.
BERITA TERKAIT: