Salah seorang porter Stasiun Pasar Senen, Suswanto (50), mengaku, jika pada hari biasa dirinya mengangkut tujuh hingga 10 barang milik warga yang hendak berangkat naik kereta. Tapi, sejak sepekan sebelum lebaran, bisa angkut hingga 20 barang.
"Tarif sekali angkut barang penumpang hingga masuk ke dalam kabin kereta api itu sudah diatur melalui e-porter. Tapi, bebefapa warga juga ada yang memberikan tambahan melihat banyak barang yang diangkat," ungkapnya, Jumat, 20 Maret 2026.
Pendapat senada disampaikan petugas porter lainnya, Taufik (35). Ia bersyukur, setiap Idulfitri penghasilannya mengalami peningkatan dibanding hari biasa.
"Alhamdulillah, kebutuhan lebaran sudah dibeli dengan tambahan penghasilan selama arus mudik Lebaran," ungkapnya.
Terdapat 180 porter resmi yang bertugas di Stasiun Pasar Senen. Mereka bekerja dalam dua shift dan siap melayani penumpang dari area drop-off hingga ke peron.
Para porter ini mudah dikenali dari kemeja khusus berwarna kuning dengan nomor identitas. Selain melayani secara langsung di lokasi, jasa mereka kini juga bisa dipesan melalui aplikasi resmi Eporter oleh KAI.
Meski permintaan meningkat, tarif jasa porter tetap standar, berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per layanan, tergantung kesepakatan dan jumlah barang yang dibawa.
BERITA TERKAIT: