Sidak ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pelayanan transportasi publik bagi masyarakat dan juga secara langsung kondisi fasilitas terminal sekaligus memastikan para pemudik mendapatkan pelayanan yang layak, aman, dan nyaman.
“Secara umum operasional terminal berjalan cukup baik. Fasilitas utama seperti ruang tunggu, loket tiket, area keberangkatan dan kedatangan, serta papan informasi sudah tersedia dan berfungsi,” kata Kenneth.
Walau begitu, ia mencatat masih ada sejumlah hal yang perlu segera dibenahi, mulai dari kebersihan fasilitas, khususnya toilet dan beberapa sudut ruang tunggu yang dinilai belum optimal.
“Kami meminta pengelola terminal Kalideres ini bisa meningkatkan frekuensi pembersihan dan memastikan petugas kebersihan siaga selama 24 jam, mengingat jumlah penumpang akan meningkat signifikan,” tegas Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut.
Bahkan, Kent juga menyoroti minimnya fasilitas penyejuk ruangan di ruang tunggu penumpang.
“Memang kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup terik. Ini akan menjadi perhatian kami ke depannya terkait kebutuhan penyejuk udara,” jelasnya.
Terakhir, Kent mengungkapkan bahwa pihaknya membuka peluang untuk merenovasi Terminal Kalideres untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik, khususnya dalam menghadapi lonjakan penumpang saat arus mudik dan balik.
“Terminal ini memang umurnya sudah cukup tua dan memang sudah selayaknya direnovasi agar menjadi lebih baik. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan. Terminal Kalideres memiliki peran strategis sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta Barat, sehingga perlu ditingkatkan menjadi lebih representatif, modern, dan nyaman bagi masyarakat,” tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII ini.
BERITA TERKAIT: