Ketua RW 07 Kelurahan Rorotan, Idil Adha mengatakan, warga pada prinsipnya mendukung keberadaan dan operasional RDF Plant Rorotan, selama pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan terus dievaluasi.
Ia mengakui, pada beberapa kesempatan saat awal
commisioning warga sempat mencium bau dari aktivitas fasilitas tersebut. Namun, menurutnya, kondisi itu tidak berlangsung lama dan tidak terjadi secara terus-menerus. DLH juga telah melakukan perbaikan dengan penambahan alat.
“Kekhawatiran warga itu wajar, mulai dari isu kualitas udara, kesehatan, kemacetan, sampai dampak terhadap lingkungan sekitar,” kata Idil dalam keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026.
Meski demikian, warga RW 07 memahami bahwa RDF Plant Rorotan memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan sampah Jakarta yang kian kompleks. Kehadiran fasilitas ini dinilai memberikan manfaat nyata, baik bagi sistem pengelolaan sampah kota maupun bagi masyarakat sekitar.
“Kami melihat pengelolaan sampah jadi lebih dekat dan tidak sepenuhnya bergantung pada TPST Bantargebang yang jaraknya cukup jauh," kata Idil.
Idil menambahkan, hingga saat ini aktivitas sosial dan ekonomi warga RW 07 tetap berjalan normal. Operasional RDF Plant Rorotan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, bahkan dinilai berpotensi memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
“Kalau persoalan sampah bisa ditangani lebih dekat, tentu pengangkutan jadi lebih efisien, baik dari sisi energi maupun biaya. Ini yang membuat RDF Plant menjadi fasilitas yang penting bagi Jakarta ke depan,” kata Idil.
BERITA TERKAIT: