Insiden terjadi di Jalur Layang Ruas Swadarma arah Cipulir yang mengakibatkan puluhan penumpang luka ringan.
Dugaan sementara, faktor kelelahan pramudi. Kini, masih dalam proses investigasi aparat berwenang.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mengatakan, pada Desember 2025, Komisi B meninjau sistem pengawasan di Command Center Transjakarta.
Dari hasil peninjauan itu, jumlah personel pengawas belum sebanding dengan jumlah armada yang beroperasi.
“Kami sudah melihat langsung di Command Center. Saat itu sekitar 20 orang mengawasi kurang lebih 5.000 armada. Kondisi tersebut tidak seimbang,” ujar Pandapotan dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta.
Ia menilai, pengawasan berbasis teknologi perlu maksimal agar seluruh pergerakan armada dapat terdeteksi secara menyeluruh. Menekan risiko kecelakaan.
“Pengembangan teknologi penting untuk memastikan semua armada terpantau dengan baik. Jangan sampai ada celah pengawasan,” kata Pandapotan.
Selain itu, Pandapotan meminta operator pihak ketiga yang bekerja sama dengan Transjakarta turut memperkuat sistem pengawasan armada masing-masing.
“Operator pihak ketiga juga harus memiliki sistem pengawasan yang terintegrasi,” kata Pandapotan.
BERITA TERKAIT: