Perkembangan ini diusung melalui penyelenggaraan Grand Final Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang dibuka di Kota Tangerang, Senin 10 November 2025.
Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i, telah menegaskan evolusi madrasah. Ia menyatakan bahwa fokus pendidikan kini mencakup ilmu pengetahuan modern selain pelajaran tradisional.
"Madrasah hari ini tidak melulu hanya mempelajari pelajaran fikih, tarikh Islam, tauhid, adab, dan sebagainya. Tapi juga sudah mempelajari teknologi," ujar Romo Syafi’i dalam sambutannya di ajang OMI, dikutip redaksi Selasa, 11 November 2025.
Menurutnya, teknologi merupakan bagian integral dari ajaran Islam, mencakup bidang kedokteran, pertanian, kelautan, hingga astronomi. Kemenag ingin meredefinisi pengajaran Islam agar tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga pada kemampuan menjalani kehidupan di semua lini, termasuk teknologi.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Amien Suyitno, menambahkan bahwa kualitas madrasah saat ini terbukti melalui partisipasi besar di OMI 2025. Kompetisi sains dan teknologi ini diikuti oleh lebih dari 204.000 siswa, dengan 484 peserta terbaik lolos ke babak final.
Amien menekankan bahwa potensi besar ini menunjukkan siswa madrasah kini tidak hanya belajar kajian keislaman, tetapi juga aktif dalam riset empiris dan menciptakan inovasi di bidang kesehatan dan teknologi.
Sebagai bukti nyata kualitasnya, Wamenag menunjuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong di Banten yang dinobatkan sebagai sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) terbaik di Indonesia saat ini, mengalahkan sekolah-sekolah umum lainnya.
OMI 2025 mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global”. Kompetisi ini bertujuan mendukung program pemerintah dalam mencetak SDM unggul yang terintegrasi.
OMI diharapkan menjadi wadah bagi siswa madrasah untuk menampilkan riset dan inovasi, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu, menegaskan peran madrasah sebagai lembaga yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global.
BERITA TERKAIT: