Inisiatif ini diproyeksikan mampu meringankan beban fiskal negara secara signifikan melalui penghematan langsung di sektor energi dan biaya operasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan ini menyasar pengurangan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," terang Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 31 Maret 2026.
Selain keuntungan langsung bagi kas negara, penghematan energi secara massal di level masyarakat juga diprediksi sangat besar. Pengeluaran publik untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan dapat dihemat hingga Rp 59 triliun.
Implementasi kebijakan ini dijadwalkan berlaku mulai April 2026, di mana ASN akan menjalankan WFH setiap Jumat.
Terkait pemilihan hari, Airlangga menjelaskan bahwa Jumat memiliki beban kerja yang lebih efektif untuk memulai transisi penghematan energi mingguan.
“Kita pilih hari Jumat karena memang hari Jumat setengah hari, artinya tidak sepenuh dari Senin sampai dengan Kamis,” tuturnya.
Walaupun fokus pada efisiensi, pemerintah menjamin bahwa stabilitas pelayanan publik tidak akan terganggu.
Airlangga memastikan sektor-sektor vital seperti perbankan dan pasar modal tetap berfungsi dengan berbagai penyesuaian.
“Tetapi pelayanan publik tetap berjalan dan kegiatan produktif, termasuk perbankan, pasar modal, dan yang lain tetap berjalan,” jelasnya.
Rencana efisiensi energi ini juga akan diperluas ke sektor swasta melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap industri. Namun, demi menjaga ketahanan nasional, sektor strategis seperti transportasi, logistik, kesehatan, dan energi tetap beroperasi normal di lapangan.
Dari sisi ketahanan fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa penghematan ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas anggaran di tengah gejolak harga energi dunia.
Purbaya menjamin kondisi keuangan negara tetap solid hingga akhir tahun. “Mungkin hanya sedikit saya ingin tambahkan untuk meyakinkan teman-teman media bahwa kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan,” ungkapnya.
BERITA TERKAIT: