"Kalau dilihat mata saya, Ibu Ika (Kepala Dinas SDA) dan sebagainya, kami rata-rata belum ada yang tidur, karena memang baru pertama kali dalam kepemimpinan saya selama 4 bulan ini, inilah banjir yang terjadi bersamaan," kata Pramono di Cakung, Jakarta Timur, Senin 7 Juli 2025.
Jakarta kembali dilanda banjir akibat kombinasi curah hujan tinggi dan naiknya permukaan air sungai serta laut.
Menurut Pram, permukaan air laut di Jakarta baru turun pada Minggu malam pukul 22.30 WIB. Dia pun menginstruksikan jajarannya untuk mengerahkan pompa-pompa air.
"Kita menggunakan pompa yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta, kurang lebih 600. Dari 600 pompa itu, karena airnya begitu banyak, akhirnya 10 pompa terbakar," ujarnya.
Jika pompa-pompa tidak digunakan, lanjut Pramono, ada kemungkinan daerah-daerah strategis di Jakarta terendam banjir.
"Tetapi akhirnya dipompa pelan-pelan daerah-daerah strategis seperti Bundaran HI, Istana dan sebagainya yang kita rawat jangan sampai apa, kena banjir sedikit pun," imbuh dia.
Pantauan terkini, banjir di Jakarta sudah mulai surut. Kendati begitu, Pramono menegaskan terus berkomunikasi dengan para wali kota demi memastikan keselamatan warga.
"Satu persatu Wali Kota Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, saya kontrol satu-satu sampai dengan jam 3 pagi pun, kami masih berkomunikasi dan Alhamdulillah kalau melihat apa yang dilakukan di Jakarta, sekarang ini banjir tinggal sedikit ada di Jakarta Timur dan sedikit di Barat," tandasnya.
BERITA TERKAIT: