Gubernur Edy Rahmayadi Minta Ada Tim Terpadu Covid-19 Di Bandara Kualanamu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Selasa, 02 Februari 2021, 02:53 WIB
Gubernur Edy Rahmayadi Minta Ada Tim Terpadu Covid-19 Di Bandara Kualanamu
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (jaket hitam)/RMOLSumut
Kecil Besar
rmol news logo Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengapresiasi keberadaan Pos Pemeriksaan Covid-19 oleh PT Angkasa Pura II bersama Dinas Kesehatan Sumut, di kawasan Bandara Internasional Kualanamu.

Namun, kata dia, perlu ada tim terpadu yang melibatkan berbagai pihak terkait.

“Saya apresiasi dengan kegiatan ini. Tempatnya cukup strategis, terutama dari segi keamanan,” ujar Edy yang menyinggahi Pos Pemeriksaan Covid-19 lewat rapid test antigen dan PCR usai mendarat di Bandara Kualanamu, Senin (1/2).

Dikatakan Edy, untuk keberadaan pos tersebut, perlu perhatian lebih agar ada pola kerja sama berbagai pihak. Mengingat saat ini, pemeriksaan di lokasi itu masih dibebankan kepada calon penumpang pesawat yang akan berangkat dari Bandara Kualanamu.

“Saya minta maaf kepada rakyat, karena harus mengeluarkan biaya. Tetapi ini kan demi kepentingan kesehatan kita semua,” ucapnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLSumut.

Dengan melakukan hal seperti ini, katanya, akan menjaga kesehatan rakyat. Apalagi dengan kesiapan yang menurutnya cukup baik, ditambah jika ada tim kesehatan terpadu yang juga melibatkan keamanan serta pendukung lainnya.

“Jadi kalau ada sesuatu, ada yang langsung bisa menangani,” katanya.

Dia pun menjelaskan bahwa saat ini pengeluaran biaya memang ditekan sedemikian rupa dari pemerintah. Namun langkah itu bukan dalam rangka mencari untung, tetapi untuk menyelesaikan persoalan kita.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit menyebutkan bahwa dari pos rapid antigen tersebut, para calon penumpang mendapatkan hasil tes dalam 10 menit. Sehingga setelah diperiksa, warga menerima suratnya saat pembayaran.

“Kalau rapid antigen itu 10 menit selesai, tarifnya sekitar Rp 180 ribu. Kalau PCR sendiri itu sekitar 5 jam baru keluar hasilnya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak Bandara Kualanamu mewajibkan calon penumpang untuk mengikuti rapid test antigen.

Disebutkan Humas Angkasa Pura II Kualanamu, Mulia Rahman bahwa langkah ini sudah diberlakukan sejak 18 Desember 2020 lalu, dalam menghadapi masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021. rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA