Massa yang mengatanamakan diri Perempuan Independen membagikan bunga kepada warga yang melintas di lokasi. Aparat keamanan yang mengawal jalannya aksi unjuk rasa juga diberikan bunga.
Massa membentangkan sejumlah poster. Diantaranya, "Polda Metro Jaya Jangan Takut dengan Ormas Radikal", "Kami Bersama Polda Metro Jaya dalam Menjaga Kamtibmas", dan "Perempuan Independen Siap Bersama Polda Metro Jaya Melawan Ormas Radikal".
Tata sebagai koordinator aksi Perempuan Independen mengatakan, aksi ini murni dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Polda Metro Jaya menegakkan hukum dan keadilan.
"Kami datang ke sini murni dan inisiatif kami sendiri, karena kami melihat kondisi Polda Metro Jaya yang mendapat serangan bertubi-tubi dari kelompok intoleran," ucap Tata.
Menurutnya, Polda Metro Jaya tidak boleh gentar dan takut menghadapi segala bentuk ancaman yang hendak memecah belah persatuan dan kesatuan di negara ini, termasuk dari pendukung Habib Rizieq.
"Kami juga mendukung Polda Metro Jaya dalam menangkap M. Rizieq Shihab agar bertanggung jawab terhadap permasalahan hukumnya," kata Tata.
Selain itu, Perempuan Independen juga mengajak semua komponen dam elemen masyarakat mendukung Polda Metro Jaya menegakkan hukum kepada Habib Rizieq.
"Kami juga mengajak masyadakat bersama-bersama mendukung Polda untuk tidak takut menindak Habib Rizieq ini," katanya.
Setelah menyandang tersangka pelanggaran protokol kesehatan, Habib Rizieq menjalani pemeriksaan selanjutnya ditahan di Rumah Tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, 12 hingga 31 Desember 2020.
Pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) itu dijerat dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan 216 KUHP.
BERITA TERKAIT: