Dewan Adat Bamus Betawi Anugerahi Prabowo Gelar Bapak Perdamaian Dunia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 10 Mei 2026, 22:22 WIB
Dewan Adat Bamus Betawi Anugerahi Prabowo Gelar Bapak Perdamaian Dunia
Halalbihalal Silaturahmi Kebangsaan dan Rapat Kerja (Raker) III Dewan Adat Bamus Betawi di Gedung Vokasi Kemenaker, Jakarta Selatan, Minggu 10 Mei 2026. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Dewan Adat Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menganugerahi Presiden Prabowo Subianto gelar Bapak Perdamaian Dunia dalam Halalbihalal Silaturahmi Kebangsaan dan Rapat Kerja (Raker) III Dewan Adat Bamus Betawi di Gedung Vokasi Kemenaker, Jakarta Selatan, Minggu 10 Mei 2026.

"Sebagai Presiden, Prabowo memperkuat peran Indonesia dalam mediasi konflik internasional dan mendorong ASEAN untuk bersatu menjaga perdamaian dunia," kata Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Muhammad Rifki alias Eki Pitung kepada wartawan.

Eki Pitung mengatakan, Presiden Prabowo aktif mengambil peran dalam diplomasi global, serta berkomitmen penuh dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan aktif dalam upaya perdamaian di Gaza sejak awal menjabat.

Indonesia diketahui bergabung dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang dibentuk untuk memonitor administrasi dan rehabilitasi di Gaza, ditandatangani oleh Prabowo di Davos, Swiss pada Januari 2026.

Dalam Raker tersebut, kata Eki Pitung, Dewan Adat Bamus Betawi juga mendorong lahirnya sertifikasi resmi bagi pelaku budaya Betawi sekaligus mengusulkan penguatan status kekhususan masyarakat Betawi di Jakarta menjelang 500 tahun Kota Jakarta pada 2027 mendatang.

Menurut Eki Pitung, pelaku budaya Betawi sudah seharusnya mendapatkan pengakuan resmi melalui sertifikasi kompetensi yang diakui negara. Ia menyebut langkah tersebut penting untuk memberikan perlindungan, legalitas, dan peningkatan kesejahteraan bagi para pelaku seni budaya.

“Pedagang kerak telor, seniman gambang kromong, seniman palang pintu, hingga pelaku budaya lainnya perlu memiliki sertifikasi resmi. Ini penting agar mereka mendapat perlindungan dan dukungan yang jelas,” kata Eki Pitung.

Ia menjelaskan, program sertifikasi budaya Betawi direncanakan bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam skema tersebut, Dewan Adat Bamus Betawi diharapkan dapat berperan sebagai pendamping sekaligus kurator untuk menjaga kualitas dan identitas budaya Betawi dalam proses sertifikasi.

“Siapa pun yang memiliki sertifikasi budaya Betawi wajib kita lindungi dan dukung bersama,” kata Eki Pitung.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA