Upaya-upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk memberikan penanganan maskimal bagi warganya.
Salah satunya dengan ketersediaan trombosit di Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel yang dipastikan masih aman, jika nantinya Rumah Sakit (RS) meminta trombosit bagi pasien DBD.
PMI Tangsel sendiri mempunyai laboratorium untuk membuat trombosit dari hasil darah yang didonor, kemudian diolah hingga siap untuk transfusi.
Dilansir dari
Kantor Berita RMOLBanten, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Tangsel, Suhara Manullang mengatakan, jumlah stok trombosit di PMI Tangsel masih aman.
"Masih aman, bahwa dengan angka yang ada, maka kita menyediakan 70 kantong," ujar Suhara di Kantor PMI Tangsel, Rabu (11/3).
Selain menyiapkan trombosit, Suhara memastikan pelayanan UUD Tangsel selama 24 non stop.
"Karena kita di UDD 24 jam kan ya, ada 3 shift, nanti kami akan melihat trennya itu. Kalau nanti ada order, maka laboratorium akan menyediakan secara cepat," jelasnya.
Kalaupun ada kejadian kekosongan trombosit nantinya, kata dia, pemesanan akan dikoordinasikan dengan PMI terdekat.
"Apabila terjadi ledakan di luar perhitungan maka, PMI kan berjejaring. Kita juga bisa minta ke PMI yang lain," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: