Sejak pukul 11.38 WIB, mayoritas kendaraan didominasi mobil pribadi di ruas Jalan Raya Bandung–Lembang. Kepadatan bahkan sudah terlihat sejak wilayah Kota Bandung menuju kawasan Lembang.
Dari arah Kota Bandung, ujung antrean kendaraan terpantau berada di depan objek wisata The Great Asia Africa (TGAA) dan Farmhouse Lembang. Di titik ini, keluar-masuk kendaraan pengunjung wisata menyebabkan laju kendaraan melambat dan memicu kemacetan panjang.
Kondisi serupa juga terjadi di Simpang Beatrix, Lembang. Kendaraan dari arah utara terlihat padat, meski arus lalu lintas masih dapat dikendalikan. Sejumlah personel kepolisian tampak berjaga dan melakukan pengaturan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di simpang tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cimahi, Ipda Yusup Gustiana mengaku terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan pada momen pergantian tahun ini.
"Di tahun baru 2026 ini memang ada peningkatan signifikan. Terlihat dari kendaraan yang melintas, baik pelat Bandung maupun luar Bandung," kata Ipda Yusup di Simpang Beatrix, Lembang sebagaimana diberitakan
Kantor Berita RMOLJabar.
Untuk mengurai kepadatan, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau
one way. Kebijakan tersebut telah diberlakukan sebanyak dua kali, menyesuaikan dengan lonjakan volume kendaraan.
"Sudah dua kali
one way.
Alhamdulillah bisa kita kuras, saat ini terlihat lancar," tandasnya.
Lonjakan arus kendaraan di jalur Bandung–Lembang menegaskan tingginya ketergantungan kawasan wisata terhadap kendaraan pribadi. Minimnya transportasi massal dan konsentrasi destinasi wisata di satu koridor utama kerap menjadikan Lembang langganan kemacetan setiap musim liburan.
BERITA TERKAIT: