Dailami mengingatkan penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), diare, leptospirosis, dan infeksi lainnya berpotensi menyebar luas jika penanganan tidak dilakukan secara cepat serta terintegrasi.
Ia mengungkapkan, banjir yang melanda Jakarta tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur dan gangguan aktivitas masyarakat, tetapi juga membuka celah penyebaran berbagai penyakit menular yang dapat membahayakan kesehatan warga.
"Pemerintah harus bergerak cepat dan sigap dalam melakukan langkah-langkah pencegahan," kata Dailami dalam keterangannya, Senin 7 Juli 2025,
Menurut Dailami, langkah strategis yang perlu dilakukan meliputi peningkatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta penguatan layanan kesehatan di lapangan.
Selain itu, Dailami juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat untuk menanggulangi risiko kesehatan pascabanjir.
"Kita harus memastikan bahwa fasilitas kesehatan siap menangani lonjakan kasus dan melakukan monitoring secara ketat terhadap perkembangan penyakit. Pencegahan harus menjadi prioritas utama agar tidak terjadi wabah yang lebih luas," kata Dailami.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti petugas PPSU, Dinas Lingkungan Hidup bergerak bahu-membahu bersama warga dan instansi lain untuk memastikan lingkungan bersih dari sampah maupun lumpur.
"Usai banjir akan biasa akan banyak sampah, baik sampah hingga bangkai yang terhanyut maupun merupakan barang-barang rumah tangga yang rusak atau tidak bisa digunakan karena terendam banjir. Harus ditangani cepat agar tidak memicu menjangkitnya penyakit," saran Dailami.
Dailami juga mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi genangan air, dan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, peran serta masyarakat sangat penting dalam membantu pemerintah mengendalikan penyebaran penyakit.
"Kesehatan warga adalah tanggung jawab bersama," pungkas Dailami.
BERITA TERKAIT: