"Menghindari keramaian-keramaian yang kita tidak tahu di antara keramaian-keramaian itu ada orang yang sudh terpapar virus Covid 19," kata Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi, kepada wartawan di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (3/3).
Seruan itu dilakukan, kata Muhyiddin, mengingat virus corona sangat cepat menyebar dan tidak bisa dideteksi dengan mata telanjang. Kecuali, jika memang kegiatan tersebut sifatnya terbatas dan dijamin tidak ada kemungkinan penyebaran virus,
Bahkan, sebaiknya suatu kegiatan terlebih dulu mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan.
"Negara-nagara lain (juga) melarang adanya pertemuan yang dihadiri oleh massa besar, seperti pertandingan sepak bola, konser-konser. Itu di Italia, di Inggris, di Iran," papar Muhyiddin.
Bahkan di Iran, shalat Jumat ditiadakan demi meminimalisir terjadi penyebaran virus corona.
Kendati begitu, Muhyiddin menyatakan, kita tidak boleh takut dan panik berlebihan. Alih-alih, lebih baik masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas.
"Jangan kita seakan-akan kehilangan pegangan, besok seakan-akan jadi kiamat, frustasi," imbaunya.
BERITA TERKAIT: