Pengasuh Panti Asuhan Kembangkan Pembibitan 250 Varietas Anggur Mancanegara Di Lereng Merapi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Sabtu, 29 Februari 2020, 20:01 WIB
Pengasuh Panti Asuhan Kembangkan Pembibitan 250 Varietas Anggur Mancanegara Di Lereng Merapi
Tatar Fatono dan bibit anggur yang dikembangkan/Ist
rmol news logo Tatar Fatoni, seorang pemuda dari lereng Gunung Merapi telah berhasil melakukan riset bibit anggur. Hasilnya berbagai macam bibit anggur dari mancanegara bisa ditanam di Indonesia.

Lokasi pengembangan bibit anggur milik Tatar terletak di panti asuhan Sabilul Huda Pakem, Jalan Kaliurang. Dia menggunakan seluas 5000 meter persegi untuk mengembangkan sebanyak 250 varietas bibit anggur.
 
“Kita sudah tiga tahun (mengembangkan pembibitan anggur impor). Kita (mengembangkan) ada 250 varian. Kalau saat ini yang paling diminati masyarakat itu jenisnya ada ninel, trans, Giovanni. Itu yang paling diminati itu,” ujar Tatar, Sabtu (29/2).

Tatar menyebutkan, dalam Usaha pengembangan bibit anggur miliknya. Dia menggunakan teknik grafting. Grafting sendiri merupakan salah satu metode pencangkokan bibit dengan teknik sambung sisip.
 
Beberapa varietas anggur yang dikembangkan pun berasal dari berbagai daerah di mancanegara mulai dari Ukraina, Prancis, Italia, Jerman, Filipina, Vietnam, hingga Thailand.

Tatar mengatakan bahwa usaha pembibitannya mampu memproduksi hingga ribuan bibit dan sudah dipesan di banyak daerah di wilayah Indonesia.

“Untuk kapasitas 10.000 bibit pun kita sanggup. Tapi butuh katakanlah dua bulan hingga tiga bulan dari awal kita proses pembuatan itu nanti tiga bulan baru siap ditanam di tanah," jelasnya.

"Konsumen kita ada yang dari Riau, Lampung Sumatera, bali Lombok Sulawesi. Kita kirimnya lewat jasa online. Rata-rata baru jadi tanaman keluarga (Jogja),” imbuh Tatar yang juga salah satu pengasuh panti asuhan Sabilul Huda.

Tatar juga mengatakan bahwa bibit anggur hasil produksinya telah berhasil ditanam hingga berbuah diperkebunan daerah Tuban, Jawa Timur.

Melalui usaha pengembangan bibit yang ada di lereng Gunung Merapi ini, ia berharap bahwa di masa depan Indonesia tak perlu lagi mengimpor buah surga tersebut.

Selain bisa menekan harga yang mahal, harapannya petani anggur di Indonesia juga bisa terbantu dan tertarik membudidayakan anggur.
 
“Harapan kami menanam anggur di daerah sini mudah berbuah supaya petani-petani lokal ini bisa tertarik untuk menanam anggur,” tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA