Karena, bila hal itu terjadi bersamaan, maka Ibu Kota berpotensi menjadi kolam renang terbesar.
"Bila dari Bogor kiriman airnya banyak lalu lautnya pasang, maka air itu akan berhenti di Jakarta dan menimbulkan banjir besar. Kita bersyukur itu tidak terjadi tadi pagi Insya Allah ini juga tidak terjadi di malam ini dan besok," kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta. Jumat (26/4).
Itu sebabnya, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini bersyukur fase tingkat akhir di pintu air Manggarai sudah mulai beraangsur surut dan dibarengi surutnya banjir di area permukiman.
"Ya memang sunnatullahnya begitu, biasanya begitu kalau sudah sore dia akan naik (air lautnya). Tapi kita bersyukur bahwa volume air puncak sudah lewat paling tidak kita pantau di pintu air manggarai," ungkapnya
Seperti diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mendata, sedikitnya ada 17 titik lokasi banjir usai siaga 1 dua bendungan tersebut.
Di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, titik lokasi banjir tersebar di RW 07 Kelurahan Lenteng Agung, RW 01 Kelurahan Srengseng Sawah, RW 01 Kelurahan Pengadegan, RW 07 Kelurahan Rawajati, RW 05, 06, 07, 08 Kelurahan Pejaten Timur, dengan ketinggian banjir sekitar 20 cm hingga 170 cm.
Lalu wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur mencakup RW 02, 05, 08 Kelurahan Cawang, RW 05 Kelurahan Balekambang, RW 04, 05, 08 Kelurahan Kampung Melayu, RW 07, 11 Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian banjir mencapai 20 cm hingga 100 cm.
BERITA TERKAIT: