Hingga pukul 07.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan terjadi di 16 RT dan 10 ruas jalan yang tersebar di beberapa wilayah ibu kota.
Di Jakarta Utara, genangan terpantau di dua RT, masing-masing berada di Kelurahan Ancol dan Kelurahan Pademangan Barat. Ketinggian air di kedua lokasi tersebut mencapai sekitar 30 sentimeter akibat curah hujan yang tinggi.
Sementara itu, wilayah Jakarta Barat menjadi daerah dengan dampak genangan paling luas. Sebanyak 13 RT dilaporkan tergenang, terutama di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian air berkisar antara 45 hingga 60 sentimeter.
Genangan juga terjadi di Kelurahan Tegal Alur dengan ketinggian 30 hingga 40 sentimeter, serta satu RT di Kelurahan Jelambar dengan ketinggian sekitar 25 sentimeter.
Di Jakarta Timur, genangan tercatat di satu RT di Kelurahan Rawa Terate dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Seluruh genangan di kawasan permukiman tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dalam waktu relatif singkat.
Selain permukiman warga, genangan air juga mengganggu sejumlah ruas jalan. BPBD mencatat sedikitnya 10 ruas jalan tergenang dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 hingga 70 sentimeter.
Genangan terdalam terpantau di Jalan Karang Bolong Raya, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter. Beberapa ruas jalan utama di Jakarta Barat seperti kawasan Green Garden, Pangeran Tubagus Angke, Lingkar Luar Barat, hingga Daan Mogot KM 13 juga terendam air, sementara genangan turut terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.
Dampak genangan tersebut memaksa sebagian warga mengungsi. Di Jakarta Barat, tepatnya di Kelurahan Tegal Alur, sebanyak 12 kepala keluarga dengan total 29 jiwa mengungsi ke RPTRA Alur Anggrek untuk sementara waktu.
BPBD DKI Jakarta menyatakan telah mengerahkan personel ke seluruh titik genangan untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus melakukan penanganan. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
Upaya tersebut juga melibatkan para lurah dan camat setempat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan maupun dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan kedaruratan 112 yang beroperasi selama 24 jam tanpa dipungut biaya. Informasi kebencanaan terkini juga dapat diakses melalui kanal resmi BPBD DKI Jakarta.
BERITA TERKAIT: