Tak hanya memanfaatkan cara konvensional, inovasi Banyuwangi juga meningkat pada taraf kolaborasi dengan segala pihak, seperti halnya komunitas dan swasta.
“Saya tahu betul bagaimana inovasi pelayanan publik Banyuwangi telah melibatkan banyak pihak. Seperti program penanganan Bumil Risti (ibu hamil berisiko tinggi) yang melibatkan masyarakat hingga aparat kepolisian,†ujar Diah di Banyuwangi, Rabu (24/4).
Tak hanya itu, lanjutnya, kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dan salah satu transportasi online berbasis aplikasi dalam hal pengantaran obat kepada pasien kurang mampu menurutnya adalah langkah yang sangat kreatif dan patut ditiru.
Mendapat pujian seperti itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjawab bahwa berbagai inovasi yang dilakukan Banyuwangi berangkat dari upaya menjawab tantangan dan memanfaatkan potensi yang ada.
“Misalnya untuk tantangan geografis Banyuwangi yang sangat luas, kami mendorong program Smart Kampung, di mana pelayanan publik ditekankan di tingkat desa,†ujarnya.
“Kemudian untuk tantangan ekspektasi publik yang makin tinggi, kami telah kembangkan Mal Pelayanan Publik sejak 2017, menjadi mal pelayanan publik pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh pemerintah kabupaten,†imbuh Anas.
BERITA TERKAIT: