Besok Perdana, Festival Film Latin Amerika Diputar Di Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 22 Februari 2019, 12:44 WIB
Besok Perdana, Festival Film Latin Amerika Diputar Di Indonesia
Foto: Repro
RMOL. Untuk pertama kalinya Festival Film Amerika Latin hadir di Indonesia tepatnya di Jakarta, yang dimulai 23 Februari hingga 4 Maret.
 
Latin American Film Festival (LAFF) yang dibawakan oleh komunitas film Jakarta Cinema Club (Jack) ini akan menayangkan 16 film bergenre drama, komedi, thriller, dokumentari dan bahkan animasi dari negara Argentina, Chili, Ekuador, Kolombia, Kuba, Meksiko dan Peru.

Ada beberapa lokasi pemutaran film-film latin ini. Untuk hari kerja di Uptown Coworking Space, Empu Sendok Arts Station, dan pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu ditayangkan di Perpustakaan Nasional.

Representasi Jakarta Cinema Club, Nadina Habsjah berharap dengan adanya festival ini, masyarakat Indonesia akan lebih memahami budaya negara Amerika Latin sekaligus menjadi pengetahuan beserta inspirasi yang berguna bagi mereka.

"Film adalah media interaktif yang dapat membuka wawasan kita mengenai banyak hal, semoga festival ini dapat dilanjutkan setiap tahun dan juga membawa hiburan untuk kita semua pecinta film," ujar Nadina  melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (22/2).

Dalam pembukaan besok (Sabtu, 23/2) akan ditayangkan film La Nana dan El Libro de Lila dari Chile menceritakan seorang pembantu rumah tangga yang telah mengabdi kepada keluarga majikan selama 23 tahun, sesuatu yang juga terjadi di Indonesia.

Dari negara Meksiko menayangkan Amores Perro karya sutradara terkenal Alejandro Gonzalez Inarritu yang telah bekerja sama dengan Leonardo DiCaprio dalam pembuatan film The Revenant. Film ini yang lantas mengantarkan Leonardo memenangkan Academy Awards untuk pertama kalinya.

Sementara itu untuk penonton yang tertarik belajar lebih dalam mengenai ritme dan musik Amerika Latin, akan ditayangkan El Benny dari Kuba yang menceritakan lika-liku perjalanan hidup seorang  maestro musik legendaris, dan Sigo Siendo dari Peru mengenai keragaman musik Peru yang dipengaruhi oleh budaya Spanyol dan Afrika.

Selain itu dari Argentina yakni film Camino a la Paz yang menceritakan perjalanan mobil seorang pengemudi dan penumpang muslim ke La Paz yang akan mengubah hidup mereka.

Terakhir dari Ecuador, yakni La Tola Box menceritakan perjuangan seorang anak meraih cita-citanya menjadi petinju, melalui berbagai rintangan dengan disiplin dan komitmennya.

"Tidak hanya akan ada penayangan film, representasi dari setiap negara akan hadir untuk menjelaskan mengenai negara mereka," tandas Nadina. [wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA