Menurut anggota Potensi SAR Pasundan, Asep Koswara, jasad manusia yang tinggal tulang belulang itu ditemukan pertama kali oleh Anen, warga setempat ketika tengah membersihkan rumput di sekitar lokasi pada Minggu (17/2) siang.
Penemuan kerangka manusia itu kemudian dilaporkan ke polisi hutan dan Polsek Lembang. Polisi yang datang ke lokasi telah mengevakuasi kerangka tersebut ke RSUP Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk dilakukan pemeriksaan.
"Yang pertama menemukan Anen. Lalu laporan diteruskan ke polisi hutan dan pihak kepolisian," terang Asep, seperti dilansir RMOL Jabar, Senin (18/2).
Saat ditemukan, terang dia, pada kerangka korban masih melekat kaos berwarna abu-abu dengan tulisan 'Bali'. Sedangkan di bagian bawah kerangka manusia itu tampak kain yang menyerupai celana.
Dia mengemukakan, seluruh bagian tulang masih lengkap, termasuk serpihan tulang jari. Dari kondisinya, kemungkinan korban sudah meninggal lebih dari delapan bulan.
"Di sekitar lokasi juga tidak ditemukan ada barang bukti seperti indentitas, tas, atau dompet. Namun ada sisa daging yang masih menempel di tulang," ujar.
Dia menduga, korban berjenis kelamin perempuan karena dari raut tengkorak wajahnya berbentuk lonjong. Diperkirakan juga, korban meninggal bukan karena hewan buas karena semua bagian tulangnya masih utuh.
Saat dievakuasi, tulang kaki kerangka tersebut dalam posisi terlipat. Jadi ada kemungkinan korban meninggal sambil merasakan kedinginan.
"Selama setahun terakhir saya belum pernah menerima laporan orang hilang di dalam hutan. Kalau ada pasti kami lakukan pencarian," ujar dia.
Sementara Panit I Intel Polsek Lembang Iptu Dindin Sopyan mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilaksanakan Unit Resum dan Unit Identifikasi Polres Cimahi, tidak ditemukan bekas atau tanda akibat kekerasan dan penganiayaan.
"Tidak ada tanda bekas penganiayaan. Selesai dievakuasi jenazah lalu dibawa ke RSHS untuk dilakukan visum," kata Dindin.
[yls]
BERITA TERKAIT: