Rencana kerjasama itu terungkap dalam kunjungan Bupati Muba ke Kampus ITB, Kamis (14/2). Dalam kunjungan itu, Dodi Reza melihat pusat penelitian dan pengembangan
biohydrocarbon berbasis sawit di kampus tersebut.
"Kabupaten Muba dikelilingi perkebunan sawit. Sangat cocok untuk mengolah inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati," ungkap Dekan Fakultas Teknik Industri dan Teknik Kimia ITB, Prof Dr Dedi Kurniadi MEng.
Dedi menjelaskan, pemanfaatan minyak nabati sebagai bahan bakar biofuel diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi di bidang pertanian.
"Pengembangan minyak sawit sebagai energi alternatif sangat tepat karena Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia," terangnya.
Pihak ITB, tambah dia , menyambut baik langkah dan program terobosan yang dilakukan Bupati Muba dalam upaya mengembangkan biofuel di daerahnya.
“Kami sangat siap mendukung realisasi program ini. Kerjasama ini sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani sawit rakyat," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Dodi Reza mengatakan, luas lahan kebun sawit milik rakyat di Muba mencapai 8.124 hektar dan dikelola oleh 12 koperasi. Sedangkan dalam tahap proses usulan tahun 2019-2020 adalah seluas 5.360 hektar. Hingga tahun 2022, peremajaan kelapa sawit di Muba ditargetkan mencapai 42 ribu hektar.
"Saat ini Pemkab Muba sedang menuju pembuatan biofuel berbasis sawit, Muba berkeinginan untuk melakukan transformasi industri sawit agar bisa mendongkrak harga jual kelapa sawit rakyat. Kehadiran kami ke ITB ini untuk bekerjasama dalam merealisasikan terobosan inovasi energi terbarukan ini," terang dia.
Dodi berharap, upaya pembenahan ini mampu mewujudkan petani sawit yang sejahtera, mandiri, berdaulat dan berkelanjutan.
“Kita juga berencana membangun mini refinery untuk penampungan sementara, dan sebagai langkah awal, produksi turunan dari tandan buah segar itu akan dikirim ke kilang minyak milik PT. Pertamina di Plaju, Palembang," bebernya.
Jika rencana ini berjalan, pada tahap awal nantinya, seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Muba akan diwajibkan menggunakan biofuel untuk operasional.
“Dalam waktu dekat MoU akan segera kita lakukan bersama ITB dan BPDP-KS untuk segera merealisasikan ini," pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut Bupati Muba didampingi Kepala Bapeda Ir Zukfakar MSi, Kadisperindag Zainal Arifin ST MM, Plt Kepala DPMPTSP Erdian Syahri SSos MSi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro SH MHum, Kepala Dinas Perkebunan Drs Iskandar Syahrianto, Kabag Humas Herryandi Sinulingga, dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putra SSTP MSi. Turut hadir juga Kepala Divisi Pengembangan Biodiesel BPDP-KS Muhammad Ferian.
[yls]