Mereka adalah ratusan massa dari Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) dan puluhan mantan pekerja PT Freeport Indonesia yang di-PHK sepihak.
Massa membubarkan diri setelah pada petang tadi SP-AMT berhasil menghadang mobil Presiden Joko Widodo. Seorang ibu-ibu, anggota keluarga dari sopir tangki Pertamina berhasil menerobos barikade petugas keamanan dan berbincang dengan Jokowi.
Iring-iringan presiden sempat tertahan sekitar 15 hingga 20 menit akibat aksi nekat para demonstran yang kecewa. Baca:
Ricuh, Massa SP-AMT Berhasil Hadang Mobil Jokowi
Setelah insiden itu mereka membubarkan diri. Buruh SP-AMT menggulung sendiri tenda yang mereka bangun dan membawanya pulang. Mereka pulang dengan mengendarai kendaraan pribadi, berupa motor dan diangkut dua metromini yang disewakan oleh polisi.
Sementara tenda tempat menginap eks karyawan Freeport digulung oleh Satpol PP untuk dikembalikan ke Dishub DKI Jakarta. Puluhan demonstran itu kini dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan hadir di lokasi mengimbau agar demonstran pulang dan menyelesaikan masalah melalui negosiasi.
Apalagi, sudah ada perwakilan dari demonstran SP-AMT yang diterima Jokowi pada Kamis (31/1) lalu. Walaupun memang belum ada hasil yang keluar.
"Tetap kita lakukan negosiasi, mediasi sudah diterima Pak Presiden. Tinggal tunggu proses saja. Prosesnya seperti apa? mereka yang tahu. Kami di sini melaksanakan pengaman kegiatan yang ada di masyarakat," ucap Harry di lokasi, Rabu (13/2).
Imbauan tidak hanya diberikan kepada SP-AMT, tapi juga kepada eks karyawan PT Freeport Indonesia yang sudah berhari-hari menginap di Taman Pandang.
"Bisa diselesaikan tidak harus dijalan. Bisa dikomunikasikan dengan cara lain melalui pertemuan," tutupnya.
Kini, Taman Pandang sudah sepi dan bersih dari demonstran.
[ian]
BERITA TERKAIT: