Usai Diterima Jokowi, Demonstran Dari Papua Disuruh Geser Dari Depan Istana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 13 Februari 2019, 17:56 WIB
Usai Diterima Jokowi, Demonstran Dari Papua Disuruh Geser Dari Depan Istana
Suasana negosiasi antara demonstran dan Polres Jakpus/RMOL
rmol news logo Perwakilan korban pemutusan hubungan kerja PT Freeport Indonesia bernegosiasi dengan kepolisian setelah diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/2).

Usai bertemu presiden, perwakilan eks karyawan PT. Freeport diajak negosiasi oleh Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan dan Wakapolres AKBP, Arie Ardian.

Kepolisian berharap massa aksi asal Papua itu mau bergeser dari depan Istana Negara ke tempat lain setelah lebih dari seminggu menginap di bawah tenda seadanya.

"Tadi sudah negosiasi dan mereka sudah bertemu pihak Istana. Karena itu, demi menghargai niat baik mereka, kami sarankan agar teman-teman dari Papua ini untuk tidak lagi beraksi di sini," jelas Wakapolres Arie, di lokasi, Rabu sore (13/2).

Arie tekankan bahwa kepolisian tidak bermaksud mengusir para eks karyawan Freeport. Permintaan membubarkan diri dari depan Istana Negara semata untuk mematuhi aturan hukum. Sejatinya, setiap unjuk rasa harus membubarkan diri ketika mendekati pukul 18.00.

"Tidak ada maksud apa-apa selain mematuhi mekanisme unjuk rasa. Paling tidak sekarang sudah direspons, bisa digeser terlebih dahulu," tambahnya.

Hingga sore tadi, puluhan eks karyawan Freeport masih mempertahankan tenda-tenda mereka di area Taman Pandang Istana, bersebelahan dengan aksi menginap Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA