Biaya Cari Pesawat Mestinya Urusan Lion Air, Ketegasan Pemerintah Disangsikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 05 November 2018, 18:10 WIB
Biaya Cari Pesawat Mestinya Urusan Lion Air, Ketegasan Pemerintah Disangsikan
Foto: RMOL
rmol news logo Biaya pencarian pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada awal pekan lalu mestinya ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan maskapai penerbangan yang didirikan oleh Rusdi Kirana itu.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto menjelaskan, semua biaya baik itu meliputi pencarian bangkai pesawat, santunan kepada keluarga korban, hingga keluarga yang ingin mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP).

"Saya rasa Lion Air yang harus tanggung jawab penuh," tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/11).

Menurut dia, kecelakaan itu murni urusan korporasi,bukan negara. Apalagi, ulas dia, mengutip pernyataan pakar asuransi penerbangan, Sofian Pulungan bahwa Lion Air sudah mengasuransikan semua pesawatnya ke perusahaan asuransi milik PT Pertamina, Tugu Pratama Indonesia (TPI). Asuransi itu bisa diklaim maksimal sebesar 750 juta dolar AS.

"Ini urusan korporasi tidak berkait dengan negara," tegas aktivis mahasiswa '74 ini.

Namun, ia sangsi bila pemerintah bersikap tegas dengan membebankan semua biaya kepada Lion Air. Sebab, Rusdi Kirana memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi.

Lion Group yang membawahi tiga maskapai penerbangan seperti Lion Air, Batik Air, dan Wings Air didirikan oleh Rusdi Kirana. Dia merupakan salah satu politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Partai ini adalah salah satu partai pendukung Joko Widodo dalam ajang Pilpres tahun 2019 nanti. Rusdi Kirana juga dipercaya Jokowi untuk menjadi dutabesar Indonesia untuk Malaysia.

"Kita paham Lion Group ini punya keistimewaan rezim sekarang," pungkasnya.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA