Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan sebagai bentuk ketidakpuasan pengemudi ojek online (ojol) terhadap manajemen Grab yang tidak merespon aspirasi mereka.
“Memang benar kami menyegel kantor Grab di Bendungan Hilir. Itu karena manajemen Grab sangat tidak kooperatif dan komunikatif merespons apresiasi kami," ujar Igun.
Aksi yang dinamakan
#199SerentakNasional ini membawa tiga tuntutan. Pertama menuntut adanya perjanjian kemitraan yang adil dan terbuka bagi kedua belah pihak.
“Kedua menerapkan tarif dasar mekanisme transportasi bukan pada tarif
supply and demand,†sambungnya.
Selain itu, mereka juga menuntut penghilangan komisi aplikator sebesar 20 persen.
Dalam aksi ini, mereka mereka menyegel kantor Grab dengan kain putih bertuliskan “Kantor Disegelâ€.
Saat ini, Garda tengah menuju Kantor Pusat Grab Indonesia yang berada di Komplek Perkantoran Lippo di kawasan Setia Budi, Jakarta. Tujuannya untuk menyuarakan ketiga tuntutan tersebut.
[ian]