TTRM Bertekad Usung Situs Gunung Padang Jadi Warisan Dunia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 21 Juli 2018, 05:31 WIB
TTRM Bertekad Usung Situs Gunung Padang Jadi Warisan Dunia
Ali Akbar/Net
rmol news logo Situs Gunung Padang telah disebutkan oleh para peneliti Belanda sejak tahun 1890. Berbagai penelitian telah dilakukan di situs prasejarah tersebut namun usianya secara pasti belum diketahui. Penelitian intensif pada tahun 2012 yang dilakukan oleh Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) akhirnya berhasil menjawab pertanyaan mengenai usia situs ini.

Hasil itu disampaikan Ketua TTRM Ali Akbar dalam sebuah seminar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Kamis (19/7) lalu. Peserta nampak antusias mendengarkan pemaparan Ali Akbar dalam seminar bertajuk Situs Gunung Padang Menuju Warisan Budaya Dunia itu.

Dijabarkan Ali, situs Gunung Padang dibangun atau ditempati berkali-kali dalam kurun waktu yang lama. Dua periode penghunian yang terbilang penting adalah tahun 500 Sebelum Masehi (SM) dan 5200 SM.

Bangunan pada tahun 500 SM seluas hampir 30 hektar, sehingga dapat disebut sebagai salah satu bangunan prasejarah terluas di dunia.

“Bangunan pada tahun 5200 SM belum diketahui bentuk utuhnya, namun usia bangunan jelas menunjukkan bahwa Situs Gunung Padang merupakan salah satu bangunan tertua di dunia,” jelasnya.

Berbagai keistimewaan Situs Gunung Padang tersebut telah diakui, misalnya pemerintah pada tahun 2014 menetapkan Situs Gunung Padang seluas 29,1 hektar.

“Situs Gunung Padang juga telah ditetapkan peringkatnya, yakni Peringkat Nasional. Sesuai UU 11/2010 Tentang Cagar Budaya, maka peningggalan dengan peringkat nasional dapat diajukan untuk diakui sebagai Warisan Budaya Dunia, dalam hal ini World Heritage UNESCO,” sambungnya.

Ali Akbar melalui program UI Peduli Kajian dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat didukung Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI) telah berusaha membuat dokumen itu. Dokumen awal ini dapat digunakan pemerintah untuk membuat dokumen ke UNESCO.

“Peran serta semua pihak sangat dibutuhkan. Selain aspek riset atau ilmiah, harus jelas manajemen situs, pengelolaan berbasis pelestarian, kesejahteraan masyarakat, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, keterlibatan banyak pihak sangat dibutuhkan,” lanjut Ali

Selain peserta seminar yang antusias untuk mengusung Situs Gunung Padang, juga terdapat Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) yang siap mengawal pengajuan Situs Gunung Padang ke UNESCO. MARI akan membuat kampanye dengan kode #GP4WH. Pengajuan dokumen resmi tentu akan dilakukan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat secara bertahap dan berjenjang.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk memperoleh status terdaftar sebagai World Heritage. Oleh karena itu, kerja sama berbagai pihak dengan penuh kesabaran dan ketabahan selama bertahun-tahun akan sangat dibutuhkan. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA