"Politik uang yang dilakukan cukong politik telah mencabik demokrasi dan menginjak-injak harga diri masyarakat Lampung," ujar Korlap Posko Demokrasi, Rismayanti Borthon.
Diwartakan
Kantor Berita RMOLLampung, Rismayanti mengatakan masyarakat Lampung punya filosofi piil pasenggiri yang berarti adalah tatanan moral, pedoman bersikap dan berperilaku masyarakat adat Lampung, dalam segala aktivitas hidupnya.
"Politik uang sudah menghancurkan pandangan hidup tersebut," katanya.
Penanggungjawab acara 'Ruwat Bumi Tanah Lado', Abdul Rahman mengatakan apa yang dilakukan cukong politik yang menebar uang Rp 50 ribuan jelang Pilgub membuat geram dan prihatin.
Ia pun meminta Polri menangkap cukong politik uang tersebut. Jika tidak, menurutnya masyarakat bisa bergerak sendiri meminta pertanggungjawaban aktor di balik politik uang tersebut, yang marak terjadi di masa tenang Pilgub Lampung 2018.
Rismayanti Borthon menambahkan, dalam realitas Pilgub Lampung hari ini, betapa etika-etika politik sudah dikangkangi, demokrasi hanya sekedar lelucon dan syahwat berkuasa dengan menghalalkan berbagai cara.
"Jika oknum-oknum politisi sendiri tidak mampu mencitrakan kondisi politik yang harmonis, manusiawi dan bermoral lalu pada siapa hal-hal tersebut kita sandarkan lagi,†paparnya.
[fiq]
BERITA TERKAIT: