Namun, Kepala Dinas Sosial DKI Masrokhan mengatakan pada tahun ini jumlah gepeng dan PMKS menurun intensitasnya.
Pada bulan Ramadhan 2017 jumlah gepeng yang mangkal di beberapa titik di Jakarta mencapai 638 orang, sedangkan pada tahun ini jumlahnya hanya berkisar 250 orang.
"PMKS yang terjangkau menurun 61 persen. Rata-rata tahun 2017, 33-34 PMKS terjangkau per hari, sedangkan di 2018 ini rata suda 13-14 PMKS terjangkau per hari," ujar Masrokhan saat dihubungi redaksi, Kamis (7/6).
Manusia grobak nama lain mereka memang kerap muncul di ibukota pada bulan Ramadhan. Mereka bergerombol dan memadati tempat keramain seperti di kawasan masjid, tempat pemakaman umum, dan perempatan lampu merah.
Masrokhan menuturkan Ramadhan kali ini pihaknya sudah melakukan operasi ke tempat-tempat beradanya gepeng dan PMKS dengan menerjunkan 425 Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) serta menggandeng Satpol PP untuk menjaga ibukota dari serbuan manusia gerobak.
Meski beberapa dari mereka berhasil ditertibkan tidak langsung dipulangkan ke daerah asalnya. Terlebih dahulu pihak Dinsos akan melakukan pembinaan.
"PMKS yang terjangkau tidak langsung dipulangkan tetapi kami beri pelatihan kerja terlebih dahulu, agar pulang ke tempat asal dapat berguna bagi sesama " tutup Masrokhan.
[rus]
BERITA TERKAIT: