Fisip UGM Ajak Sarjana Baru Kembangkan Sociopreneurship

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 02 Juni 2018, 05:46 WIB
rmol news logo Program kewirausahaan sosial (sociopreneurship) melalui program Akademi Kewirausahaan Masyarakat (AKM) tengah dikembangkan Creative Hub Fisipol UGM (C-Hub Fisipol).

Program ini muncul atas pertimbangan bahwa ketrampilan dan ethos wirausaha bagi generasi muda dan masyarakat luas mutlak dibutuhkan. Namun, hal ini dihadapkan pada kenyataan sekolah bisnis untuk mendapatkan pengetahuan dan skill wirausaha sangat mahal dan hanya dinikmati kalangan tertentu.

“Untuk itu perlu sekolah bisnis yang berkarakter disruptive (murah, cepat, aplikatif, dan menjangkau seluas mungkin). AKM yang dikembangkan C-Hub Fisipol UGM akan menghadirkan sekolah wirausaha dengan karakter disruptive tersebut,” jelas Dekan FISIP UGM, Erwan Agus Purwanto sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (2/6).

Dia menjelaskan bahwa program AKM ini akan memberikan kesempatan kepada para sarjana baru yang belum bekerja untuk dapat mengambil andil dalam pembangunan masyarakat. Caranya, melalui pendampingan masyarakat untuk pengembangan wirausaha di pedesaan.

“Dengan gerakan ini, kita ikut mendorong pengembangan wirausaha pedesaan dan peningkatan jumlah wirausahawan menjadi 4 persen dari total penduduk Indonesia, sebagai syarat untuk menjadi negara maju,” ujarnya

Program AKM akan terbagi dalam 3 modul, yaitu cloning sociopreneurship, penyebaran sarjana ke pedesaan, dan off-takers produk wirausaha. Untuk saat ini, AKM fokus pada program kloning atas berbagai bentuk wirusaha berbasis pedesaan yang sukses.

“Prinsip dari program cloning ini, sejumlah sociopreneur pedesaan sukses akan menjadi model dan mentor bagi para sarjana yang terseleksi dalam rangkaian pelatihan sociopreneurship,” jelasnya.

Melalui AKM, C-Hub Fisipol UGM mendorong lahirnya para Sarjana Pendamping Kewirausahaan yang siap diterjunkan ke desa-desa untuk menularkan berbagai pengetahuan, ketrampilan, dan jejaring yang dibutuhkan untuk pengembangan wirausaha.

Sarjana pendamping juga akan bekerja secara riil bersama masyarakat untuk mengembangkan dan melaksanakan kewirausahaan yang selaras dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Program AKM ini akan membuka kesempatan bagi sarjana baru lulus yang belum bekerja dan/atau memiliki usaha untuk ikut dalam program pelatihan dan mentorship, sebelum nantinya diterjunkan ke pedesaan.

Secara teknis, tahapan modul cloning AKM akan meliputi pendaftaran dan seleksi, inkubasi (training sociopreneurship dan pendampingan masyarakat selama beberapa hari), pelatihan kebangsaan, dan dialog kebangsaan yang melibatkan beberapa kementerian.

“Kami mengundang calon-calon sociopreneurship muda untuk bergabung dalam program ini,” tukas Erwan. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA