Begitu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Provinsi (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rina Saadah dalam acara Reformasi Agraria dan Ekonomi Pedesaan di Jakarta, Jumat (1/6).
Rina prihatin anak muda saat ini juga menganggap petani merupakan profesi yang rendah.
"Sudah jarang sekali anak muda menjadi petani, bahkan tidak sedikit mahasiswa yang mengambil jurusan pertanian namun saat lulus tidak bekerja dibidang tani. Mereka melihat petani itu miskin, gengsi,†jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Rina, HKTI akan berupaya mengubah pandangan anak muda terhadap profesi petani. Salah satunya dengan aplikasi guna memudahkan petani dalam menjual pangannya.
"Kami bekerja sama dengan para start-up untuk membuat aplikasi untuk petani bagaimana menjual pangan tanpa melalui tengkulak, dan saya berharap anak muda jangan malu menjadi petani,†jelasnya.
Rina menuturkan, profesi petani tidaklah memalukan. Bahkan jika di Thailand pekerjaan petani sangat dibanggakan, terlebih di Indonesia pangan sangat dibutuhkan.
"Ke depan anak muda harus konsen dengan dunia pertanian," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: