"Mereka tewas saat menjalankan tugas," kata Rusmadi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (13/5).
Rusmadi mengatakan dirinya bersama cawagub pendampingnya, Irjen Pol (Purn) Safaruddin, memberikan rasa empati yang mendalam terhadap keluarga korban.
"Ucapan ini mungkin juga sekaligus mewakili masyarakat Kaltim yang berempati terhadap para keluarga korban," imbuh dia.
Dia menyebut langkah Polri yang mengedepankan langkah persuasif dalam mengatasi masalah dengan para narapidana terorisme di Mako Brimob sangat baik.
"Bagaimanapun polisi adalah pelindung masyarakat, mereka melayani masyarakat," ungkap Rusmadi.
Sementara Safaruddin mengatakan kebijakan Polri menaikan pangkat luar biasa kepada lima anggotanya yang tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob patut diapresiasi. Mantan Kapolda Kaltim itu menyebutnya sebagai langkah tepat yang dilakukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Bagaimanapun mereka yang gugur saat menjalankan tugas harus diberi penghormatan," tuturnya.
Safaruddin berharap insiden di Mako Brimob tidak terulang kembali. Kaltim sendiri, urainya, juga perlu waspada terhadap ancaman serupa. Hasil evaluasi Kemenkum HAM yang dirilis tahun 2017 menyatakan penjara di Kaltim dinyatakan paling rawan gangguan keamanan dan ketertiban di indonesia.
"Peristiwa ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa ancaman dalam bentuk apapun harus diantisipasi sebelum terjadi. Pencegahan bisa kita lakukan bersama masyarakat, yakni dengan mempersempit pergerakan kelompok terorisme. Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu poin penting kita bisa memberantas terorisme," ungkap Safaruddin.
[dem]
BERITA TERKAIT: