Yayasan Indonesia Jerman Tindaklanjuti Arahan Jokowi Percepat Pendidikan Vokasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 07 Mei 2018, 21:51 WIB
Yayasan Indonesia Jerman Tindaklanjuti Arahan Jokowi Percepat Pendidikan Vokasi
(Dari kiri ke kanan) Luki dari CIM, Makhdonal A (Coordinator Program CIM), Ilham Habibie (Ketua Kadin Komite Jerman), Zulazmi (Wakil Direktur GIZ), dan Lilly Wasitova (Coordinator WG-VE Yayasan Indonesia Jerman) berfoto bersama saat Kick Off Workshop Program Pendidikan Vokasi Sumatera Barat di Jakarta, Senin (7/5). Repro
rmol news logo Yayasan Indonesia Jerman (YIJ) melaksanakan inisiatif percepatan pendidikan vokasi bekerjasama dengan berbagai instansi dan institusi  dengan memulai dari Sumatera Barat.

Ketua sekaligus Koordinator Program Working Group Vocational Education YIJ (WG-VE YIJ), Lilly Wasitova berharap percepatan ini mendorong peningkatan mutu trampil para peserta pendidikan vokasi.

"Sehingga akhirnya mampu untuk memenuhi kebuuhan tenaga kerja trampil di Indonesia," kata dia dalam pembukaan workshop di Jakarta, Senin (7/5).
 
Presiden dalam pidatonya di acara penyerahan sertifikat kompetensi pemagangan di Bekasi, Desember 2017 lalu menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan pembangunan SDM secara masif di tahun 2018 ini. Pernyataan Joko Widodo juga merupakan pengulangan dari penjelasannya saat berkunjung ke Siemenstadt di Berlin, Jerman pada April 2016.
 
"Di Jerman, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia perlu mencontoh sistem pendidikan vokasi seperti yang dijalankan di Jerman sejak awal abad 20-an yang bertujuan membentuk SDM unggulan dan yang menjadi tulang punggung ekonomi Jerman. Dan kualitas SDM Jerman bisa dilihat sampai sekarang kuat dengan kualitas merata tanpa mengandalkan sumber daya alam,” jelas Lilly Wasitova.
 
Arahan Presiden Jokowi, kata dia, langsung direspon YIJ dengan mengadakan program percepatan  pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang keluarannya adalah tenaga kerja terampil dan siap pakai dengan mengadopsi program pendidikan-ganda (dual system).

Program dibentuk dengan menggunakan model Inovasi Quadruple Helix, dimana dalam prosesnya melibatkan instansi dan institusi, ranah penelitian, sektor usaha dan bisnis dan juga warga negara yang peduli untuk menjawab tantangan speed and flexibility pada pembentukan tenaga kerja terampil dan produktif.
 
Dalam melaksanakan edukasi vokasi di Sumatera Barat, WG-VE YIJ bekerjasama dengan Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit/Centrum für International Migration und Entwicklung (GIZ/CIM) yang bertempat di Kantor GIZ/CIM di Jakarta.
 
Workshop ini dibuka oleh Wakil Direktur Utama GIZ Zulazmi, dan Ketua Kadin Komite Jerman Dr. Ilham Habibie, Direktur Utama Yayasan Indonesia Jerman Anis Daud, serta dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Kota Payakumbuh, Universitas Bung Hatta Padang dan Sekolah Fajar Hidayah Padang Japang.
 
Adapun tujuan Workshop ini untuk memulai proyek percontohan kerjasama antar pemangku kepentingan dari Sumatera Barat dalam menjalankan turunan pendidikan vokasi yang berbasis pada pencapaian hasil.
 
"Proyek Percontohan (Pilot Project) dijalankan selama enam bulan dengan melakukan pembelajaran ekstensi menggunakan Dual System baik bagi lulusan  SMA/SMK setara  dan bagi UMKM. Proporsi dan kurikulum akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah dan penyediaan konsultasi dengan ahli TVET (Technical and Vocational Education and Training) dari Jerman,” demikian Lilly. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA