"Kalau sudah kuliah insya Allah semuanya bisa masuk UGM," ujar Menko PMK di Pondok Pesantren Tahfidz Yatim de Muttaqin di Desa Denokan, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta.
Menurut Puan, akhlak yang baik merupakan bagian dari revolusi mental. Presiden Joko Widodo pernah mengatakan, revolusi mental dapat diwujudkan dengan pendidikan berkualitas dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Kunjungan ke Pondok Pesantren Tahfidz Yatim de Muttaqin juga dilaksanakan dalam rangka merefleksikan revolusi mental tersebut. Selain menghafal Al-Qur’an sesuai ajaran Islam dan meneguhkan budaya keagamaan, para santri juga didorong menguasai pelajaran umum agar unggul dalam kompetisi di masa yang akan datang.
Saat kunjungan tersebut Menko PMK berkesempatan meminta salah satu hafiz untuk melafalkan bacaan Al-Qur'an secara acak. Menko PMK juga berkesempatan untuk memberikan bantuan berupa 40 buah Al-Qur'an dan 300 buku bacaan anak SD serta 20 sarung dan sajadah.
Saat ini, Pesantren Tahfidz Yatim de Muttaqin memiliki santri sebanyak 21 orang yang berasal dari berbagai daerah. Usia santri rata-rata antara 6-11 tahun.
Pesantren yang dikepalai oleh Ike Muttaqin ini telah berdiri sejak tahun 2015 dan dapat menampung santri sebanyak 250-300 orang. Adapun para santri yang mondok di pesantren ini tidak dipungut biaya sama sekali.
Selain itu pesantren ini telah menorehkan prestasi yang membanggakan yaitu pernah menjadi Juara 2 Nasional Tahun 2018 Hafal Al-Qur'an 30 Juz atas nama Ahmad Ghozali Akbar; Juara 1 dan 3 Hafidz Indonesia 2017 yang diselenggarakan salah satu tv swasta nasional atas nama Ahmad Ghozali Akbar dan Kamil Ramadhan.
Kunker kali ini Menko PMK didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy; Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah; Wakapolri, Komjen M Syafruddin; dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Damhuri.
[mel]
BERITA TERKAIT: