Hal ini disampaijan oleh Kepala Seksi Lingkunggan Hidup Pluit, Jakarta Utara, Eddy Suhandi. A saat meninjau langsung lokasi pengangkutan sampah di Muara Angke, Kamis (21/3).
"Ternyata setelah kita lihat dan kerjakan kemungkinan lebih dari satu minggu, karena ini dikeruk sampai bawah," ujar Eddy.
Proses pengerjaan pengerukan sampah sudah berlangsung sejak Sabtu lalu (17/3). Sampai saat ini diperkirakan sudah ada 80 ton sampah yang diangkut dari tepi Muara Angke ke ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Adapun hal-hal yang menghambat proses pekerjaan, selain sudah ada alat berat, petugas masih dibutuhkan turun untuk memungut sampah.
Faktor lain, cuaca yang kadang tidak mendukung seperti pasangnyanya air laut membuat pekerjaan harus berhenti sementara waktu.
"Hal tersebut mungkin yang menghambat kita tidak dapat membersihkan satu minggu. Butuh tambahan waktu, tenaga, dan fasilitas," ucap Eddy.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menargetkan pembersihan sampah di Teluk Jakarta Utara selesai dalam waktu satu pekan, terhitung dari Sabtu lalu.
Adapun penyebab sampah bertumpuk di tepi laut Jakarta yang tebalnya mencapai 2,5 meter, adalah masalah angin barat dan ketinggian ombak di perairan Jakarta.
[rus]
BERITA TERKAIT: