Aplikasi itu bernama Aplikasi Jakarta Sehat (AJS) yang saat ini tengah digodok
Tim AJS, Jakarta Smart City (JSC), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta.
Aplikasi ini ternyata mendapat sambutan positif dari warga.
"Kalau boleh dokter-dokter bisa datang ke gang-gang. Bagaimana menyambungkan dokter itu sampai ke warga ya?" kata Melani, salah satu warga Jakarta di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Ia pun berharap sistem layanan kesehatan AJS seperti memesan Gojek.
"Gojek bisa dipanggil hampir 24 jam dan stand by setiap hari. Tinggal ketuk HP (
handphone). Apalagi waktu darurat
kan butuh cepat. Biaya kontaknya (aplikasi) juga harus murah," tuturnya.
Pengerjaan AJS sudah mencapai 80 persen. Tahap I AJS ini sedang dilengkapi data dokter. Tahap I AJS akan mengoptimalkan layanan 5 ribu dokter.
"Walaupun prinsipnya AJS ini hampir sama dengan Gojek. Namun tidak begitu saja mirip Gojek karena AJS menyangkut keahlian dokter. Karena itu perlu disusun SOP untuk dokter tersebut.
Insya Allah saat pembukaan PRJ (Pekan Raya Jakarta) 2018 AJS diharapkan sudah bisa hadir di tengah masyarakat Jakarta," kata Budi Setyanto mewakili tim AJS.
[wid]
BERITA TERKAIT: