Demikian disebutkan Kepala Seksi Pengendalian Dampak Lingkungan dan Kebersihan Sudin LH Kepulauan Seribu Ari Wibowo, di Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (21/3).
"Waktu kita sempat kerja hanya sampai jam 2 siang, karena angin begitu kencang dan cuaca tidak mendukung, ombaknya tinggi juga," ujar Ari Wibowo.
Lambatnya penguraian sampah juga karena minimnya peralatan yang digunakan oleh petugas di lapangan. Hanya ada empat kapal motor yang mengangkut sampah.
Jumlah ini dinilai kurang melihat masih banyaknya sampah yang belum terangkut.
Diberitakan sebelumnya, aroma tidak sedap dari tumpukan sampah yang memenuhi kawasan hutan mangrove, Muara Angke, sudah tidak begitu menyengat.
"Sudah 80 persen ini pengerjaannya dari Sabtu lalu (17/3). Itu yang di permukaan saja ya, kalau yang di dalamnya, lumpur belum semuanya," ujar Ari Wibowo.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembersihan sampah di Teluk Jakarta Utara selesai dalam waktu satu pekan. Adapun penyebab sampah yang tebalnya mencapai 2,5 meter itu adalah masalah angin barat dan ketinggian ombak di perairan Jakarta.
[rus]
BERITA TERKAIT: