Tapi, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menganggap enteng masalah itu, Ia malah menilai pengunduran diri Marina sebagai hal lumrah karena tekanan di masa krusial jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Di waktu ini, BUMD yang dipimpin Marina dituntut menyediakan daging sapi dan ayam yang murah bagi warga ibu kota.
"Ini mau masuk masa krusial. Masuk masa Ramadhan biasanya daging naik, saya bilang beliau frustrasi," kata Sandiaga kepada wartawan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (16/3).
Menurut dia, pengunduran diri Marina juga dipicu komunikasi yang kurang baik dengan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi.
Hadir dalam kesempatan wawancara itu, Michael Rolandi memberi keterangan bahwa pihaknya baru saja mencairkan dana PMD.
"Rp 54 miliar. Yang Rp 13 miliar itu memang untuk membayar pembelian periode Desember yang dibayar pada Januari 2018. Yang Rp 41 miliar untuk uang muka pengadaan tahun 2019," jelasnya.
Mendengar penjelasan Michael, Sandi berseloroh mencoba melucu.
"Pak Michael kurang sayang sama Bu Marina. Kurang dielus-elus, harus sering dielus-elus," ucap Sandi.
Soal pengunduran diri Marina, Sandi menegaskan belum membicarakan soal itu dengan Gubernur Anies Baswedan.
"Saya belum sempat ngomong," singkat Sandi.
Marina Ratna Dwi Kusumajati memang sempat mengajukan pengunduran diri akibat kesal dengan kinerja satuan kerja perangkat dinas (SKPD) yang mempersulit dirinya.
Marina yang bertugas menyediakan pasokan daging murah untuk warga merasa dipersulit karena subsidi yang dijanjikan Sandiaga tak kunjung dicairkan sejak November 2017.
[ald]
BERITA TERKAIT: