Hal itu diutarakan Anggota Bawaslu, Muhammad Afifudin, dalam konferensi pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (Kamis, 8/3).
Bawaslu memprediksi kompetisi politik yang berlangsung di daerah-daerah dengan dua paslon akan berlangsung "panas". Penyebabnya bervariasi, dan salah satunya adalah komposisi etnis yang berbeda.
"Hal ini menjadi sangat potensial meningkatkan suhu pertarungannya. Di indeks kami juga menyatakan itu. Di daerah dua paslon itu juga panas dan sangat merepotkan karena hanya ada dua fokus yang saling serang, mendapatkan simpati publik," jelasnya.
Selain daerah yang paslonnya hanya dua, Bawaslu juga akan memantau sejumlah daerah yang memiliki paslon tunggal. Hal itu dilakukan karena hanya Bawaslu yang punya kewenangan melakukan pengawasan terhadap berlangsungnya Pilkada di satu daerah.
Sebelumnya, KPU merilis data daerah yang memiliki paslon tunggal. Totalnya ada 13 daerah yang paslonnya bakal melawan kotak kosong.
Tiga belas daerah itu adalah Padang Lawas Utara, Kota Prabumulih, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Tapin, Kabupaten Minahasa Tenggara, lalu Kabupaten Enrekang.
Kemudian, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Jayawijaya, Mamberamo Tengah, dan Bone.
[ald]
BERITA TERKAIT: