Muhamad Solihin Tolak Pendopo Dan Mobdin Walikota Bandung

Rabu, 28 Februari 2018, 08:52 WIB
Muhamad Solihin Tolak Pendopo Dan Mobdin Walikota Bandung
Muhamad Solihin/RMOL Jabar
rmol news logo Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Sesuai aturan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengangkat pejabat sementara (Pjs) untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Pemkot Bandung. Pjs yang diangkat itu adalah Muhamad Solihin. Pria yang akan genap berusia 55 tahun pada April mendatang ini dikenal ramah.

Ia pun tak segan menyapa petugas rumah tangga di Pendopo Kota Bandung yang selalu siap menyediakan segala kebutuhannya.

Ada tiga jabatan sekaligus yang diamanahkan kepada dia. Selain sebagai Pjs Walikota Bandung, secara definitif doktoral Universitas Padjajaran ini juga menjadi Inspektur dan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

"Namun prioritas utama saya adalah menjadi pejabat Walikota Bandung. Sebab saya mendapat amanah langsung dari Presiden RI melalui Kementerian Dalam Negeri, tentu atas rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat. Namun ketiganya tetap harus mendapat perhatian penuh," tutur Solihin seperti dimuat RMOLJabar.Com.

Untuk itu ia telah mengatur jadwal sebaik mungkin dengan petugas protokol, ajudan,  sekretaris pribadinya juga pejabat di Asisten Administrasi juga Inspektorat. Dalam sehari, setidaknya lima agenda di Pemkot Bandung yang mesti dijalaninya.

"Pokoknya semua harus dibagi habis. Ini jadi tantangan tugas. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini bisa tertangani dengan baik. Semua harus dapat perhatian penuh walaupun yang utama tetap menjadi penjabat sementara," terangnya.

Meski sudah menjabat Pjs Walikota Bandung, Solihin enggan menempati Pendopo. Alasan dia, keluarga teruma kedua anaknya, lebih nyaman di rumah pribadi.

"Saya ini sangat bergantung pada istri dan anak saya. Mereka lebih nyaman tinggal di rumah sendiri. Lagi pula, Pendopo ini terlalu besar buat saya," ujarnya seraya tersenyum.

Pendopo akan dipergunakannya untuk kegiatan-kegiatan tertentu, rapat atau menerima tamu. Sementara dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, ia memilih bekerja dari Balaikota.

Soal kendaraan dinas pun ia tak banyak pilih. Ia mengaku sudah minta izin gubernur agar diperkenakan menggunakan kendaraan dari Pemprov Jabar. Padahal sudah dipersiapkan kendaraan dinas walikota.

"Biar lebih efisien lah, nggak perlu hambur. Kalau sudah ada kendaraan yang ini, untuk apa pakai yang lain juga. Karena setiap rupiah yang kita gunakan harus kita pertanggungjawabkan ke masyarakat," kilahnya.

Solihin sangat berharap, bisa menjalankan tugasnya dengan optimal dan memberikan hadiah terbaik bagi kota kelahirannya ini. Sebagai Pjs Walikota, menurut dia tidaklah mudah mengingat keberhasilan pimpinan sebelumnya dalam membangun kota Kembang.

"Tantangannya saya adalah harus melaksanakan yang biasa dilaksanakan oleh Pak Ridwan Kamil, Pak Oded, dan Pak Yossy yang berkesan baik di masyarakat. Yang saya tambahkan adalah membuat kesadaran masyarakat kota lebih tinggi untuk memelihara berbagai fasilitas yang dibangun oleh Pemkot Bandung. Karena apapun yang dibangun adalah untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA