"Siapapun pelaku teror harus bertanggung jawab atas keresahan di masyarakat. Penyelidikan dan penanganannya serahkan dan percayakan pada yang berwenang," jelas Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini kepada redaksi, Rabu (21/2).
Tak hanya itu, dia juga meminta masyarakat lebih dewasa dan tidak mudah terpancing dengan usaha-usaha kekerasan yang terkesan disengaja.
"Saya percaya masyarakat Indonesia mampu menyikapi isu-isu teror tersebut secara dewasa, dan tidak mudah terpancing kabar-kabar provokatif. Jadi jangan terprovokasi," kata Anggia.
Menurutnya, keberagaman di Indonesia yang terjalin selama ini harus dirawat dan dijaga dengan baik. Sebagai pucuk pimpinan badan otonom Nahdlatul Ulama dalam urusan perempuan, Anggia pun menginstruksikan seluruh kader ikut berkontribusi positif dalam ikut menjaga ketenteraman dan ketenangan masyarakat.
"Kader Fatayat baik yang memimpin majelis taklim, tokoh masyarakat, pejabat di pemerintahan, pengambil keputusan, jamaah yasinan dan tahlil, para da'iyah dan pemuka agama budayakan tabayyun terhadap informasi apapun. Dan jangan mudah ikut share kabar-kabar provokatif di media sosial yang justru dapat menimbulkan perpecahan dan keresahan," demikian Anggia.
[wah]
BERITA TERKAIT: