Satu persatu kediaman penderita didatanginya dan langsung berdiskusi dengan keluarga. Dia pun menjelaskan cara penanganan untuk memulihkan kondisi kesehatan para penderita.
Menurut Zaki, kunjungan yang dilakukannya untuk melihat langsung kondisi anak-anak penderita kurang gizi agar pemberitaan di media massa tidak simpang siur. Di mana, kondisi dari anak-anak saat ini dalam pengawasan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, bukan gizi buruk yang sempat diberitakan.
"Perlu kita cermati bersama terkait pengertian antara gizi buruk dan kekurangan gizi hingga tidak menimbulkan salah presepsi dalam pemberitaan kondisi anak-anak ini," ucapnya, Senin (29/1).
Lanjut Zaki, dirinya berniat menyampaikan hak jawab kepada media massa yang telah mengabarkan adanya 25 anak yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang melalui Dinas Kesehatan telah berupaya menangani dan menyosialisasikan kepada Puskesmas, kader-kader Posyandu, dan masyarakat tentang pola hidup sehat.
"Saya menegaskan perlu kehati-hatian dalam penyampaian informasi terkait perberitaan kondisi kesehatan, hingga informasi yang disampaikan tidak menyesatkan," jelasnya.
Salah satu anak bernama Wiwi berusia 11 tahun yang bertempat tinggal di RT 03 Desa Kronjo menyatakan bahwa tidak ada penderita gizi buruk di lingkungannya, semua anak yang ada dalam kondisi sehat.
[wah]
BERITA TERKAIT: