Program Ketenagalistrikan Sudah Beroperasi 1.358 MW

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 28 Januari 2018, 22:32 WIB
Program Ketenagalistrikan Sudah Beroperasi 1.358 MW
Net
rmol news logo Ketersediaan listrik yang memadai, merata dan harga terjangkau dipastikan akan meningkatkan pertumbuhan investasi dan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM di bidang ketenagalistrikan terus melaksanakan program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).

Menurut Kbiro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, per 15 Januari 2018, program 35.000 MW yang telah beroperasi sebesar 1.358 MW. Di mana 466 MW dibangun oleh PLN dan sisanya sebesar 892 MW dari IPP.

"Pembangkit 35.000 MW yang telah beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW. Sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 104 MW," papar Agung dalam keterangannya, Minggu (28/1).

Saat ini, pembangkit dengan total kapasitas 17.096 MW sudah memasuki tahap konstruksi. Sebesar 5.657 MW dikerjakan oleh PLN dan kapasitas 11.439 MW tengah dibangun pihak swasta.

"Dari proyek 35.000 MW, 17.096 MW atau sekitar 48 persen sudah masuk tahap konstruksi, sementara 12.724 MW lainnya sudah kontrak namun belum kontruksi. Jadi, yang belum melakukan kontrak atau power purchase agreement hanya 4.682 MW. Ini trennya jelas positif. Sekitar 20.000 MW di antaranya ditargetkan beroperasi pada tahun 2019," jelas Agung.

Di samping proyek 35.000 MW, pemerintah juga membangun pembangkit yang berasal Fast Track Program (FTP) tahap satu dan dua, serta program reguler yang berjumlah sekitar 7.800 MW.

"Ketiga program tersebut sebesar 6.395 MW di antaranya telah beroperasi," imbuh Agung. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA